Ketika Hidup Harus dimaknai

Leave a comment

December 22, 2013 by Keikoalkayyisah


Hidup ini bukan permainan yang akan berakhir begitu saja

Hidup ini bukan hanya sekedar tempat berkumpul lalu semuanya kan pergi

tapi hidup adalah hal yang lebih dan lebih dari itu

maka dari itu hidup harus dimaknai

hm. . .hidup terkadang terasa sangat membosankan, begitulah mungkin yang terjadi pada diriku beberapa pekan ini. linglung, yah seperti itulah aku menganggapnya. waktu terlewat tanpa ada yang berarti. biarlah itu menjadi hikmah tersendiri, saat ini ada hal lain yang ingin ku ceritakan tentang hobi baru dan impian lama yang mulai terwujud tahun ini. mimpi lama, mimpi saat aku masih kecil tahun ini terwujud tanpa pernah ku duga dan akhirnya menjadi sebuah hobi yang telah mendarah daging (jiah. . .). PENDAKIAN, yah itulah mimpi lama dan hobi baruku. mulai pada bulan April aku mengawali pendakian ku, yah pendakian pertama yang ku lakukan di puncak tertinggi Sumatera Selatan (Dempo: 3159 mdpl). sebuah pengalaman yang luar biasa, dalam perjalanan pun aku terkadang merasa “apa ini mimpi?” tapi ini nyata. . .

Pendakian pertama ini ternyata membuat aku ketagihan dan menghantarkan pada pendakian berikutnya. Melalui info dari seorang teman, bahwa akan ada pendakian dari salah satu organisasi yang aku ikuti dengan Semeru sebagai tujuannya. wah. . .awalnya ragu tapi akhirnya nekad juga. Awal September persiapan dilakukan dan akhirnya pada tanggal 8 September 2013 aku berangkat ke bagian timur jawa, bukan perjalanan yang singkat dari sumsel ke jatim butuh waktu berhari – hari untuk sampai apalagi bermodal uang pas – pasan. cara jitu mahasiswa pun aku pakai dengan uang yang nge-pas dengan tujuan yang jauh perjalanan putus nyambung akhirnya dipilih (ngeteng). bukan hal mudah melakukan perjalanan secara ngeteng dengan membawa carrier yang beratnya melebihi berat badan ku (ku rasa). Akhirnya, perjuangan ini menghasilkan hal yang luar biasa memberi makna dan pelajaran yang tak terlupakan, selain itu aku pun akhirnya mampu menjejakkan kaki ku di puncak tertinggi di Jawa (Mahameru: 3676 mdpl).

Tak berhenti disini, berniat berhenti sejenak dari keinginan mendaki dan fokus dengan hal yang lebih prioritas tapi akhirnya pendakian berikutnya pun harus dilakukan. November 2013 mau tidak mau harus kembali menjejakkan kaki di puncak Dempo. aku katakan mau tidak mau karena keinginan mendaki berasal dari adik – adik tingkat yang berkeinginan kuat untuk mendaki karena belum tau mereka harus bagaimana akhirnya aku lah jadi sasarannya. hm. . .dengan kondisi fisik yang sedang kurang baik akhirnya yah. . .pendakian dilakukan. namun, aku tak menyesal dengan itu karena banyak hal yang aku dapatkan, mungkin pelajaran yang pernah ku terima tapi tetap saja itu menjadi hal yang berharga bagi ku.

Hm. . .ternyata hobi ku lebih kepada travelling bukan hanya pendakian saja, karena aku sangat menikmati setiap langkah kaki ku yang ku jejakkan, menikmati setiap inchi dari alam yang telah ku lewati. Ternyata Allah Maha Sempurna dalam menciptakan alam semesta ini, semua begitu pas dalam komposisinya.

Lanjut. . .setelah 4 hari aku melakukan pendakian, aku lanjut melakukan perjalanan kembali dengan alih – alih mengantarkan teman survey tempat untuk skripsinya, tapi ujung – ujungnya kami menyempatkan untuk bermain di salah satu pantai di Lampung. Yah, kembali aku katakan aku mendapatkan hal yang berharga dari perjalanan ini bukan hanya ketika di pantainya saja tapi perjalanan dari Palembang ke Lampung, perjalanan muter – muter Lampung, hingga kami pulang kembali ke Palembang. semua memberikan kisah tersendiri, dalam setiap detiknya dalam setiap senti-nya. aku jadi teringat akan sebuah Ayat Al Qur’an, yaitu:

Artinya : “Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (QS Sad : 27 )

Ayat diatas menyatakan bahwa apa yang Allah ciptakan bukanlah hal yang sia – sia, dari langit hingga bumi dan mahluk serta benda apapun yang berada diantaranya. Allah menciptakan gunung, laut, perbukitan, matahari, bulan, bintang semua memiliki arti memiliki nilai tersendiri dan memiliki peran pastinya dan kita manusia diciptakan juga bukan berarti tanpa makna, kita memiliki tugas besar yaitu sebagai khalifah di muka bumi ini. nah, ke sebut deh kata – kata khalifah. Khalifah adalah pemimpin jadi Kita ini pemimpin lho. . . pemimpin bagi apa – apa yang ada di bumi ini. nah lho. . .sebagai seorang pemimpin pastinya kita harus bersikap bijak dan arif dengan apa yang kita pimpin dan menyayangi mereka pastinya. namun, nyatanya apa? masih banyak manusia – manusia yang melakukan kerusakkan di bumi ini. terbukti dari perjalanan yang telah ku lakukan, banyak menusia – manusia yang lupa bahwa dia adalah seorang khalifah. ketika di dempo, jelas bahwa kita dilarang untuk mengambil apapun disana (tanaman, hewan) tapi nyatanya ada beberapa orang yang mengambil bagain dari tanaman untuk dijadikan hiasan mungkin. selain itu, ada juga manusia – manusia yang denga sadar membuang sampah di gunung dengan sembarang. . .haduh. . .kan jadi kotor hutannya dengan sampah nonorganik.kemudian, perjalanan saat di Lampung. . hm. . .menyedihkan sekali propinsi ku tercinta itu. . .barisan perbukitan nan hijau permai semakin hari semakin tak keruan saja. Ia diperlakukan bak kue tar saja, digali dengan alat berat hingga menyisakan potongan – potongan saja. miris lihatnya. dan banyak lagi hal yang terjadi yang tak dapat aku ungkapkan.

benar firman Allah dalam surah Ar Rum

“Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah perjalanan dimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS Ar Rum : 41-42)”

bukankah sebagai khalifah atau pemimpin sebaiknya kita mengelola, memanfaatkan apa – apa yang Allah ciptakan untuk kita dengan sebaik mungkin? bukan hanya dengan memanfaatkan tapi juga dibarengi dengan merawatnya. Hm. . .inilah pelajaran besar yang aku dapat dari setiap perjalanan yang aku lakukan. Kerusakkan yang tidak dapat dipungkiri lagi, kebiadaban manusia yang tak dapat disembunyikan lagi. Aku berharap aku mampu menghindari itu, paling tidak meminimalisir kelakuan – kelakuan tersebut. buat para pembaca juga tolong jagalah alam ini. wariskan alam ini untuk anak cucu kita bukan hanya sebuah cerita belaka tentang keidahannya. wariskan mata air bukan air mata.

mari kita tengok keindahan alam dari beberapa arsip aku

Gambar

Gb.1. samudera awan dan penampakkan pegunungan dari puncak mahameru

Gambar

Gb.2. Kenampakkan Ranu Kumbolo dari atas

Gambar

narsis dulu di puncak dempo

Gambar

kalau ini di puncak Mahameru

yah, semoga bermanfaat dan bisa menjadi bahan renungan dan semoga kita akan lebih baik lagi dalam bersikap kepada alam semesta ini.
^_^

salam dari puncak dempo dari ku. . .
salam lestari. . .
engga’ sekedar berpetualang

Gambar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kalender

December 2013
M T W T F S S
« Sep   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Terpopuler

Arsip

Anda pengunjung ke-

  • 25,383 hits

Friend

Ngobrol

The Big DayAugust 1st, 2012
Semangat Ramadhan!!! Bentar lage Milad. Bagaimanakah memaknai bertambahnya umur?

Black Orchid and The Death

var nulisbukwidgetid="black-orchid-the-death";http://nulisbuku.com/application/assets/js/widget/mainwidget.js

%d bloggers like this: