Dialetika Tak Bersuara

Leave a comment

July 12, 2012 by Keikoalkayyisah


Titik – titik air hujan masih tersisa petang ini, dinginnya merasuk hingga ke sum – sum tulang. Mendung pun masih tergelar diatas sana. Lengang.

Gemericik air terdengar dari tempat wudhu di Masjid desa. Tampak dua gadis yang sedang khusyuk mangambil air wudhu. Satu diantaranya keluar, merapikan jilbab yang ia kenakan, dengan tenang ia  melangkah ke dalam masjid sambil menggendong dua tas miliknya dan temannya.

Raut wajah penuh ketenangan terpancar dari kedua wajah gadis itu, berusaha menghadirkan kekhusyukan dalam setiap rukuk dan sujud dalam sholatnya. Lantunan ayat Illahi terdengar sangat pelan dari mulut salah satunya. Tenang, damai, diwarnai suara titik – titik air yang jatuh mengenai atap masjid, sungguh suasana yang hikmat.

Selesainya sholat, mereka melangkahkan kaki keluar dan melanjutkan perjalanan petang itu dari kampus ke kos mereka. Rutinitas yang hampir setiap hari mereka lakukan ketika pulang dari kampus kesorean.

“Kalau aku g’ sempat menyampaikan, dirimu saja ya yang menyampaikan ke yang lain?” (ucap Ais memecah keheningan)

“Ya” (sahut Aini, singkat)

            Kembali keheningan meliputi perjalanan mereka. Keduanya terdiam dan hanyut dengan hati serta pikiran masing – masing. Seperti ada komunikasi antara mereka walau tiada kata yang terucap.

            Satu persatu kenangan kembali hadir dalam benak Aini. Kenangan masa lalu antara dia dan Aisyah dan kawan – kawan yang lain di kampus saat meraka baru masuk dalam kuliah dan baru berkutat dalam organisasi. Senyum tipis tiba – tiba menghiasi wajah gadis itu, diliriknya Aisyah yang sedang berjalan disampingnya seolah – olah ia melihat yang yang sama pada diri Aisyah, beromantisme.

            Kembali Aini asyik dengan hati dan fikirannya. Ketika ia sedang asyik dengan kenangan – kenangan itu, tiba – tiba bayang kewajiban, tanggung jawab, amanah – amanah yang harus ia selesaikan menggantikan kehadiran kenang dalam benaknya itu. Terdengar hembusan nafas yang berat keluar dari dirinya. Ia mempercepat langkah kakinya, meninggalkan Aisyah dibelakangnya. Fikirannya berkecamuk banyak hal, hatinya bertanya, “Ais apa yang sedang kau fikirkan?”

Raut wajahnya berubah, terlihat sangat serius. Namun, tetap tak ada satu patah kata pun keluar dari mulut mereka. Dengan sedikit tergesa – gesa Ais mencoba menyamai langkah kaki Aini.

            Mereka merupakan dua orang sahabat. Keduanya baru kenal setelah masuk di PTN salah satu negeri ini. Mereka mengenyam studi di program studi yang sama. Mereka juga berkutat di organisasi yang sama. Selain mereka, masih ada beberapa orang yang kesemuanya adalah cowok. Saat ini baik Aini maupun Aisyah  sedang dihadapkan pada masalah pribadi masing – masing. Sehingga keduanya sedikit berfikir keras untuk menyelesaikan masalah pribadi dan tetap bergerak dalam organisasi mereka. Namun, sebuah keputusan telah diambil oleh Aisyah, dy ingin izin sebentar dari hiruk pikuk akademis dan keorganisasian. Hal ini baru ia ceritakan kepada Aini. Sebenarnya sebelum Ais menceritaka itu, Aini sudah berfirasat.

            Namun, yang membuat Aini sedikit berat adalah kepada siapa nantinya dia akan berbagi, berdiskusi dan bercerita ria ketika permasalahan – permasalahan organisasi sedang mereka hadapi. Yah, selama ini setiap ada permasalahan yang sedang menghadang atau ada suatu targetan mereka selalu berdiskusi sambil berjalan bersama seperti petang ini. Terkadang obrolan mereka terdengar serius namun terkadang gelak tawa mewarnai obrolan mereka, bahkan terkadang tak ada obrolan diantara mereka seperti petang saat ini.

            Perjalanan petang itu masih hening hingga Aini sampai di kos-nya. “Mampir.” (ucap Aini). “Ya” (sahut Aisyah). Hanya itu yang keluar dari mulut mereka. Dengan segera Aini memasukki kos, ada satu keyakinan dalam hatinya pasti semuanya akan baik – baik saja.

*11 juli 2012

Perjalanan petang dari Kampus ke anggrek

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kalender

July 2012
M T W T F S S
« Jun   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Terpopuler

Arsip

Anda pengunjung ke-

  • 24,720 hits

Friend

Ngobrol

The Big DayAugust 1st, 2012
Semangat Ramadhan!!! Bentar lage Milad. Bagaimanakah memaknai bertambahnya umur?

Black Orchid and The Death

var nulisbukwidgetid="black-orchid-the-death";http://nulisbuku.com/application/assets/js/widget/mainwidget.js

%d bloggers like this: